MAHASISWA IISIP TUNTUT ADANYA DEMOKRASI

MAHASISWA IISIP TUNTUT ADANYA DEMOKRASI

Jakarta, Lawan.Id – Mahasiswa IISIP Jakarta melakukan demonstrasi di depan rektorat kampus tercinta IISIP Jakarta, menolak surat perjanjian mahasiswa (SPM) yang dibuat oleh kampus.

Pada tgl 16 Agustus 2018 Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) KM IISIP Jakarta memberikan surat audiensi untuk membahas kebijakan kampus yang otoriter dalam mengambil keputusan, audiensi yang rencananya akan dilaksakan hari ini tetapi di undur oleh pihak kampus pada tgl 27 Agustus 2018.

Karena pihak kampus yang mengundur audiensi mahasiswa IISIP Jakarta melakukan demonstrasi di depan rektorat untuk bertemu dan jumpa muka dengan rektor hari ini juga, selama 1 jam 30 menit mahasiswa IISIP Jakarta yang tergabung dari organisasi Internal kampus dan Eksternal Kampus meminta rektor Bapak Ir. Ilham Hutasuhut, M.M untuk keluar bertemu mahasiswa.

Rektor akhirnya mau bertemu dengan perwakilan mahasiswa untuk beraudiensi, dalam kurung waktu 1 jam lebih pihak rektorat hanya memberikan jawaban yang normatif terhadap kontinuitas Surat Perjanjian Mahasiswa (SPM) yang di tuntut oleh mahasiswa.

“Kita akan menjaga konsolidasi mahasiswa dari semua organisasi internal maupun eksternal kampus, saya akan terus menolak jam buka tutup kampus sampai kampus merubah keputusannya untuk mengizinkan aktifitas mahasiswa di malam hari dalam kegiatan yang positif” ujar Rahmat Fathan Presiden BEM KM IISIP Jakarta.

“Belum adanya titik temu dalam pembahasan ini, jawaban rektor terlalu normatif, pihak rektorat masih tidak mau untuk merubah dan mencabut surat perjanjian mahasiswa (SPM) itu” ujar Rionaldo Abdullah Ketua Umum HmI Komisariat FISIP IISIP Jakarta.

“Kita berterima kasih kepada seluruh mahasiswa yang sudah terlibat dalam aksi ini, saya berharap konsolidasi kita akan tetap lanjut untuk menyuarakan aspirasi mahasiswa IISIP Jakarta” Ujar Xenoz. Z Ketua Umum SPMN Nasional.

BEM IISIP Jakarta akan membuat surat perjanjian dengan kampus yang akan ditandatangani oleh rektor supaya tidak sewenang-wenang dalam mengambil keputusan, untuk selalu melibatkan mahasiswa dalam mengambil keputusan.