Demo Driver Online dan Efek Domino

Demo Driver Online dan Efek Domino

Jakarta, Lawan.id – Para driver online akan melaksanakan aksi demonstrasi saat acara pembukaan Asian Games Sabtu, 18 Agustus 2018. Gerakan Aksi Roda Dua (Garda) sampai saat ini akan tetap menjalankan rencana demonstrasinya.

“Iya, untuk aksi unjuk rasa ojek onlinenasional jadi kami lakukan,” terang anggota Garda, Igun Wicaksono(25/7)

menurutnya, hal ini merupakan bentuk kekecewan kepada kepada pemerintah yang tidak mampu menekan perusahaan aplikator prihal tarif. Tuntutan Garda tentang penetapan tarif pelayanan ojek online ini diutamakan untuk salah satu perusahaan aplikator, salah satunya Grab, yang menjadi sponsor Asian Games 2018.

Semula, ketika Grab mulai membuka pelayanan ojek online pada 2012 hingga 2015 tarif yang dipatok adalah Rp3.000 hingga Rp4.000 per km. Namun saat ini, tarif yang ditetapkan adalah Rp1.200 hingga Rp1600 per kilometer

Dari rencana aksi yang dilakukan oleh Garda, Pengamat transportasi Djoko Setijowarno angkat bicara dan meminta para pengemudi ojek online (ojol) yang ingin melakukan aksi demo saat Asian Games 2018 berpikir ulang. Dia menilai, para pengemudi ojek daring (online) tidak perlu melakukan hal tersebut karena hanya memalukan bangsa sendiri di mata internasional.

“Saat itu (Asian Games) merupakan perhelatan internasional yang ingin menunjukkan kemampuan Indonesia mengelola pesta olahraga. Banyak negara yang akan hadir,” kata Djoko

Hal sama disampaikan anggota Komisi V dari Fraksi Gerindra, Ade Rizky. Ia berharap demo driver ojek online jangan sampai terjadi saat perhelatan akbar berkelas internasional seperti Asian Games berlangsung, yang mana Indonesia sebagai tuan rumahnya.

“Kami berharap itu tidak terjadi. Dan pemerintah kami harap bisa mengambil tindakan tegas untuk dapat memberikan ruang dan mewadahi masukan dari komunitas dan mitra aplikator ojek online itu,” kata Ade.

Igun Wicaksono menjelaskan bahwa, acara bertaraf internasional seperti Asian Games 2018 tidak akan membuat pihaknya surut berdemonstrasi. Sebaliknya, demonstrasi yang hendak dilakukan Garda akan menjadi koreksi besar bagi pemerintah.

“Seperti yang saya ungkapkan sebelumnya, bahwa yang harus khawatir (atas demo ini adalah) negara dan pemerintah RI,” tutupnya.