Mahasiswa Se Indonesia Tolak Kenaikan Harga BBM

Mahasiswa Se Indonesia Tolak Kenaikan Harga BBM

Jakarta, Lawan.Id – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis pertalite terus diprotes Mahasiswa se Indonesia.  Mahasiswa di Medan, Selasa (3/4), kembali menggelar unjuk rasa menentang kenaikan harga dan kelangkaan premium.

Unjuk rasa kali ini dilakukan puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Sumut. Sebagai simbol protes, mereka menggelar aksi dotomh sepeda motor dari Lapangan Merdeka Medan menuju Jalan Putri Hijau, Bundaran Majestik, kemudian ke Gedung DPRD Sumut.

Arri Aliansyah Siregar, Ketua Umum KAMMI Sumut, mengatakan mereka tidak dapat menerima tindakan pemerintah bersama Pertamina yang telah dua kali menaikkan harga BBM jenis pertalite. “Pemerintah dan Pertamina selalu berdalih kenaikan ini untuk menyelaraskan dengan harga dunia, seolah-olah tidak ada solusi selain menimpakan beban kepada rakyat. Mereka selalu mengisap darah rakyat,” sebut Arri.

Sementara itu, Sebelumnya Massa dari mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo menggelar aksi demonstrasi menolak kenaikan harga BBM di depan Balai Kota Solo, Senin (2/4/2018). Dalam aksi tersebut diwarnai dengan aksi teatrikal dengan seseorang bertopeng Presiden Jokowi menyebarkan uang receh pecahan 200 rupiah ke jalanan.

Uang tersebut kemudian dipunguti oleh beberapa orang yang bertopeng Dirut Pertamina. “Kami mempertanyakan kenapa pemerintah menaikkan harga Pertalite secara diam-diam dan juga hilangnya premium dari peredaran,” kata Staf Jaringan Aksi dan Propaganda BEM UNS Solo, Bagus Adrianto, saat aksi, Senin (2/4/2018).

Ia menyampaikan, PT Pertamina kembali menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi.
“Per 24 Maret 2018, harga Pertalite naik Rp 200 per liter, jadi sejak Januari 2018 Pertamina telah menaikkan harga Pertalite sebanyak dua kali,” katanya.

“Kami ingin pemerintah lebih transparan, ada apa dengan kenaikan ini,” kata Bagus.
“Kemudian negara harus mewujudkan kedaulatan energi dan mengembalikan BBM bersubsidi di pasaran,” pintanya.

Ditempat yang berbeda, aksi penolakan kenaikan juga di suarakan oleh puluhan mahasiswa di Sukabumi, para mahasiswa tidak bisa menemui satu pun wakil rakyat di DPRD Kota Sukabumi karena semuanya tidak berada di kantor dewan. “Sesuai dengan rencana, kami mendatangi kembali gedung dewan untuk menyampaikan tuntutan penolakan kenaikan harga Pertalite,” ujar Ketua Departemen Kebijakan Publik KAMMI Daerah Sukabumi, Oksa Bachtiar Camsyah.

Mahasiswa lanjut dia meminta kalagan DPRD Sukabumi untuk menyampaikan aspirasi ke DPR RI. Targetnya wakil rakyat di senayan bisa menindaklanjuti tuntutan dari para mahasiswa.

Oksa mengatakan, kenaikan tersebut akan membawa dampak bagi masyarakat khusunya warga tidak mampu. Di mana beban hidup warga akan semakin bertambah dibandingkan sebelumnya.

Kesengsaraan ini lanjut Oksa akan terus bertambah karena akan datangnya bulan puasa. Di mana harga barang kebutuhan pokok masyarakat akan mengalami kenaikan.

Baca Juga : DEMO FREEPORT DEMONSTRAN SERUKAN PENENTUAN NASIB WEST PAPUA